Ingin Cepat Bebas, Ini 11 Cara Melunasi Hutang Yang Menumpuk!
By Herlambang Satriadi, 21 Dec 2023
By Herlambang Satriadi, 21 Dec 2023
Terkadang hutang menjadi bagian dari hidup. Dengan kebutuhan biaya hidup yang tinggi yang disertai inflasi, agak sulit untuk membayar barang tanpa hutang. Namun, kamu juga harus berhati-hati saat mengambil hutang. Yuk, belajar dulu seputar hutang!
Berikut beberapa jenis hutang yang mungkin kamu jumpai.
Hutang yang harus dibayarkan dalam waktu maks 12 bulan. Tentunya bank bisa memberikan pinjaman ini hingga ratusan juta, namun bagi pihak non-bank, seperti e-commerce atau financial technology, hanya akan memberikan hingga Rp20 Juta.
Hutang yang dibayarkan dalam waktu 2+ tahun. Biasanya digunakan untuk pembayaran besar, seperti cicilan kendaraan atau rumah. Hutang jangka panjang hanya disediakan oleh bank.
Hutang yang bertujuan untuk membeli sesuatu yang harganya akan naik. Contohnya hutang demi membuat bisnis, membeli rumah / tanah, serta pendidikan. Hasil hutang jenis ini menjadi bermanfaat sebagai pendapatan.
Hutang yang bertujuan untuk membeli sesuatu yang harganya hanya akan turun. Contohnya membeli gawai, kendaraan pribadi, dan barang lainnya. Hutang jenis ini hanya akan menyedot pendapatan.
Baca Juga: 7 Penyebab Utang Kamu Malah Makin Banyak!
Nah, bagi kamu yang terlanjur memiliki hutang yang banyak dan bingung bagaimana cara melunasi hutang dengan cepat, simak 11 tipsnya berikut ini
Tinjau kembali kondisi keuangan kamu, terutama pada aspek berikut:
Dengan begitu, kamu bisa tahu mana yang harus dilakukan: Mengurangi beban hutang, menekan pengeluaran, atau mendapatkan pendapatan tambahan?
Ada dua strategi yang bisa kamu pakai saat ingin membayar hutang.
Gunakan strategi bila kamu masih sanggup membayar, namun ingin melunasi hutang secepat mungkin. Pertama, sortir terlebih dahulu hutangmu, contohnya seperti ini:
Hutang A: Rp1.200.000, cicilan 6 bulan @Rp200.000
Hutang B: Rp2.700.000, cicilan 18 bulan @Rp150.000
Hutang C: Rp24.000.000, cicilan 24 bulan @Rp1.000.000
Ini berarti total cicilan bulanan kamu adalah Rp1.350.000. Mulai sisihkan Rp2.000.000 per bulan untuk membayar cicilan hutang B dan C, serta sisanya dibayarkan untuk hutang A. Ketika hutang A lunas, lakukan yang sama dengan hutang B, dan seterusnya.
Bila tidak sanggup membayar tagihan hutang minimum, bayar hutang yang bunganya paling besar dulu. Kalau nantinya kamu mempunyai uang tambahan, gunakan uangnya untuk bayar hutang lainnya.
Pindahkan tagihan kartu kredit kamu ke bank lain yang menawarkan bunganya lebih rendah atau bunga flat.
Ajukan permintaan untuk tenor lebih panjang. Namun, hal ini hanya berlaku pada hutang bank. Kemungkinan kamu akan dimintai beberapa dokumen, seperti KTP, formulir yang telah diisi, serta dokumen lainnya yang mungkin diminta oleh bank.
Bila kamu benar-benar sudah tidak sanggup lagi membayar hutang, maka kamu bisa menjual barang / rumah yang kamu angsurkan. Gunakan hasilnya untuk membayar sisa hutangmu.
Terutama bila hutang konsumtif kamu menumpuk. Tinggal kartu kredit di rumah dan hapus semua data kartu kredit kamu dari toko online.
Coba ajukan dengan bilang kepada atasanmu tentang masalah finansial yang kamu alami. Tentunya, kamu juga harus membuktikan bahwa kamu pantas mendapatkan promosi.
Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan. Kamu bisa cari uang melalui internet, membuat usaha sampingan, mencari pendapatan pasif, atau mencari part time.
Sewakan ruangan / rumah / kendaraan pribadi bila kamu tidak memakainya. Kamu juga bisa menyewakan alat lain, misalnya alat musik, peralatan kamera, dan lainnya. Bila keadaan mendesak, kamu bisa menjual barang yang tidak terpakai.
Tabungan berguna untuk keadaan darurat. Namun, terjerat hutang menjadi bahaya bila tidak dilepas.
Baca juga: Menabung atau Bayar Hutang, Prioritas Mana?
Kamu bisa menghindari hutang dengan melakukan 3 hal berikut:
Dengan asuransi, kamu tidak perlu meminjam uang atau berhutang ketika dalam kondisi darurat. Apalagi asuransi online, preminya murah sehingga kamu tidak perlu khawatir.
Kalau tidak percaya, coba cek dulu saja asuransi jiwa Super Life. Perlindungan satu ini meng-cover risiko meninggal, termasuk COVID-19, dan hanya mulai dari Rp33.000 saja per bulan. Yuk, cek produknya lebih lanjut!
Rekomendasi Artikel
Artikel Terkait
Apa itu Plasenta Previa: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati
Plasenta previa adalah kondisi medis yang terjadi selama kehamilan ketika…
Plasenta previa adalah kondisi medis yang terjadi selama kehamilan ketika plasenta, organ yang menyediakan…
BACA DETAILApa itu Thiamphenicol? Ini Manfaat, Dosis & Efek Sampingnya
Thiamphenicol adalah antibiotik yang termasuk dalam kelompok fenikol, dan merupakan…
Thiamphenicol adalah antibiotik yang termasuk dalam kelompok fenikol, dan merupakan turunan dari kloramfenikol. Obat…
BACA DETAILApa itu Cegukan: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi
Cegukan adalah fenomena yang sering dianggap sepele tetapi bisa sangat…
Cegukan adalah fenomena yang sering dianggap sepele tetapi bisa sangat mengganggu bagi yang mengalaminya.…
BACA DETAILApa Itu Self Diagnosis: Definisi, Ciri, Bahaya, dan Cara Mengatasinya
Di era digital, akses informasi semakin mudah diperoleh melalui internet.…
Di era digital, akses informasi semakin mudah diperoleh melalui internet. Salah satu fenomena yang…
BACA DETAILApa itu Sepsis: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati
Sepsis adalah kondisi medis serius yang terjadi akibat respons tubuh…
Sepsis adalah kondisi medis serius yang terjadi akibat respons tubuh terhadap infeksi. Respons ini…
BACA DETAILApa itu Bioplacenton? Ini Manfaat, Dosis & Efek Sampingnya
Bioplacenton adalah salah satu obat topikal yang sangat populer di…
Bioplacenton adalah salah satu obat topikal yang sangat populer di Indonesia, digunakan secara luas…
BACA DETAIL